Kamis, 05 November 2009

Rekayasa Perangkat Lunak

REKAYASA PERANGKAT LUNAK
Kegiatan Proses Perangkat Lunak
1. Model air terjun (waterfall) Mengambil kegiatan dasar seperti spesifikasi, pengembangan, validasi, dan evolusi dan merepresentasikannya sebagai fase-fase proses yang berbeda seperti spesifikasi persyaratan, perancangan perangkat lunak, implementasi, pengujian dan seterusnya.
2. Pengembangan evolusioner Pendekatan ini berhimpitan dengan kegiatan spesifikasi, pengembangan, dan validasi. Sistem awal dikembangkan dengan cepat dari spesifikasi abstrak. Sistem ini kemudian di perbaiki dengan masukan dari pelanggan untuk menghasilkan sistem yang memuaskan kebutuhan pelanggan.
3. Pengembangan Sistem Formal Pendekatan ini menghasilkan suatu sistem matematis yang formal dan mentransformasikan spesifikasi ini, dengan menggunakan metode matematik menjadi sebuah program.
4. Pengembangan berdasarkan pemakaian ulang (Reusable)  Teknik ini menganggap bahwa bagian-bagian sistem sudah ada. Proses pengembangan sistem terfokus pada pengintegrasian bagian-bagian sistem dan bukan pengembangannya dari awal.

Model Pengembangan Perangkat Lunak

Model pengembangan perangkat lunak digunakan untuk menyelesaikan masalah aktual di dalam sebuah industri dimana pengembang perangkat lunak harus menggabungkan strategi pengembangan yang meliputi : lapisan proses, metode serta alat bantu yang digambarkan dalam setiap fasenya. Model proses untuk rekayasa perangkat lunak, dipilih berdasarkan sifat aplikasi, proyek perangkat lunak, metode, alat bantu yang akan dipakai, kontrol serta penyampaian yang dibutuhkan.

Macam model pengembangan perangkat lunak, yaitu :

1. Model Sekuensial Linier



Model sekuensial linier, sering kali “Classic Life Cycle” atau “Waterfall model”. Pendekatan pengembangan perangkat lunak dimulai pada level sistem dan prosesnya melalui: Analysis, Design, Coding, Testing

2. Model prototyping


Model protyping dikembangkan karena sering terjadi customer menjabarkan objektif umum mengenai perangkat lunak yang diminta, tetapi tidak dapat mendefinisikan input, proses, output yang diminta secara detail. Disisi lain, developer menjadi tidak yakin terhadap efisiensi algoritma, kemampuan adaptasi terhadap sistem operasi, atau bentuk interaksi mesin dengan orang. Untuk mengatasi situasi tersebut, bisa digunakan pendekatan dalam prototyping paradigma

3. Model RAD


Rapid Application Development (RAD) merupakan model proses pengembangan perangkat lunak yang linier sequencial dengan menggunakan siklus pengembangan yang singkat. Model RAD merupakan adaptasi “High-speed” dari model linier sequencial yang pengembangannya dilakukan dengan menggunakan pendekatan komponen-based. Proses RAD memungkinkan untuk membuat “fully functional System” dalam waktu yang sangat singkat (60 – 90 hari).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar